UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Formulation of taro leaf stem juice ointment (Colocasia esculenta L.) schoot for healing cut wounds in male white rats (Rattus norvegicus) / Formulasi salep sari batang daun talas (Colocasia esculenta L. ) schoot pada penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus)

Ardiani, Rani dan Shufyani, Fahma dan Siregar, Syati Manaharawan dan Silalahi, Ali Affan (2025) Formulation of taro leaf stem juice ointment (Colocasia esculenta L.) schoot for healing cut wounds in male white rats (Rattus norvegicus) / Formulasi salep sari batang daun talas (Colocasia esculenta L. ) schoot pada penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 187-195.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Taro contains several compounds that can accelerate wound healing, such as flavonoids, phenols, and saponins. These compounds act as natural antibiotics, cleansing wounds with their antibacterial and antifungal properties. Therefore, this plant can aid in the wound healing process. Tannins, on the other hand, have the ability to constrict blood vessels and reduce bleeding in the wound area, decrease infection, and aid in wound healing during the inflammatory phase. One of the wound healing factors, vitamin C helps strengthen the walls of blood vessels, especially in the injured area, to maintain blood supply there and assist in accelerating collagen synthesis during the wound healing process. Lectin, a substance that can accelerate wound closure by aiding better cell regeneration. Arecaceae plants have many benefits for society, such as being used as a food source by harvesting their tubers, or being used as ornamental plants that beautify yards. Taro is also used as medicine both internally and externally. Almost all parts of the taro plant are processed into medicines, and the tubers, stem bark, and roots are crushed and then applied to the skin to heal wounds or bruises. Objective: This study aims to determine the wound healing effects of the sap from the taro stem (Colocasia esculenta L) Schott on male rats (Rattus norvegicus). Method: This study uses an experimental method, which includes sampling, preparation of taro leaf stem extract with concentrations of 2%, 4%, 6%, ointment evaluation test, and incision wound healing activity test on white rats grouped into 5 groups, each consisting of 3 rats. Statistical analysis includes one-way ANOVA to see if there is a significant difference between concentrations in the healing of incisional wounds in male white rats. Result: The research conducted shows that F1 (2% concentration) can heal the rats on the 10th day. F2 (4% concentration) the rats healed on the 8th day, F3 (6% concentration) the cut wounds healed on the 7th day, positive control (Betadine ointment) all rats healed on the 7th day. Conclusion: The extract of taro leaf stems (Colocasia esculenta L) Schoot can be formulated into an ointment preparation for the healing of incised wounds in male white rats (Rattus norvegicus), with the most effective concentration being 6% because it can heal incised wounds the fastest among the other concentrations.

Pendahuluan: Talas memiliki beberapa senyawa yang dapat mempercepat penyembuhan luka, seperti flovanoid, fenol, dan saponin. Senyawa ini bertindak sebagai antibiotik alami, membersihkan luka dengan sifat antibakterial dan antifungalnya. Oleh karena itu, tanaman ini dapat membantu proses penyembuhan luka. Tanin, di sisi lain, memiliki kemampuan untuk menciutkan pembuluh darah dan mengurangi pendarahan di daerah luka, mengurangi infeksi dan membantu penyembuhan luka selama fase inflamasi. Salah satu faktor penyembuhan luka, vitamin C membantu memperkuat dinding pembuluh darah, terutama di daerah yang luka, untuk menjaga suplai darah tetap ada di sana dan membantu mempercepat sistensis kolagen selama proses penyembuhan luka. Lektin, zat yang dapat mempercepat penutupan luka dengan membantu regenerasi sel lebih baik. Tumbuhan araceae memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, seperti dapat digunakan sebagai sumber makanan dengan mengambil umbinya, atau dapat digunakan sebagai tanaman hias yang menghiasi pekarangan. Talas juga digunakan sebagai obat-obatan di dalam dan di luar tubuh. Hampir semua organ tumbuhan talas diolah menjadi obat-obatan, dan organ umbi, kulit batang, dan akarnya ditumbuk dan kemudian diterapkan pada kulit untuk menyembuhkan luka atau memar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka sayat dari sari batang daun talas (Colocasia esculenta L) schoot pada tikus jantan (rattus nervegicus). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yang meliputi pengambilan sampel, pembuatan sari batang daun talas dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, uji evaluasi salep dan uji aktivitas penyembuhan luka sayat terhadap tikus putih yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 tikus. Analisis statistik meliputi uji one way ANOVA untuk melihat ada tidaknya perbedaan signifikan antar kosentrasi dengan penyembuhan luka sayat tikus Jantan putih. Hasil: Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa F1 (kosentrasi 2 %) dapat menyembuhkan tikus pada hari ke- 10 F2 (kosentrasi 4%) kesembuhan tikus pada hari ke-8, F3 (kosentrasi 6 %) kesembuhan luka sayat pada hari ke-7, kontrol positif (Betadine salep) kesembuhan tikus semua dihari ke-7. Kesimpulan: Sari batang daun talas (Colocasia esculenta L) Schoot dapat diformulasikan dalam sediaan salep untuk penyembuhan luka sayat tikus putih jantan (Rattus norvegicus), dengan kosentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi 6% karena mampu menyembuhkan luka sayat yang paling cepat diantara konsentrasi yang lainnya.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/730 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Rani Ardiani, Fahma Shufyani, Syati Manaharawan Siregar, Ali Affan Silalahi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 187-195; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 187-195; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1026

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang