UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Determination of minimum inhibitory concentration and minimum bactericidal concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L.) and its nanoparticles against Cutibacterium acnes bacteria / Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes

Khofifah, Nur dan Rahayu, Yayuk Putri dan Nasution, Haris Munandar dan Miswanda, Dikki (2025) Determination of minimum inhibitory concentration and minimum bactericidal concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L.) and its nanoparticles against Cutibacterium acnes bacteria / Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 51-66.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

One of the skin diseases that often occurs is acne (Acne vulgaris). Acne is caused by the activity of the Cutibacterium acnes bacteria. Current acne treatment still depends on the use of antibiotics, but long-term use of antibiotics can cause bacterial resistance. Therefore, it is necessary to develop alternative treatments for acne that are effective and safe, one of which is by using medicinal plants. One plant that has potential is papaya leaves (Carica papaya L.). This research aims to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum killing concentration (KBM) of ethanol extract and papaya leaf extract nanoparticles as well as testing antibacterial activity against Cutibacterium acnes bacteria. The research was carried out experimentally. The independent variables are the concentration of papaya leaf extract (6.25% concentration, 12.5% ​​concentration, 25% concentration and 50% concentration), and the concentration of papaya leaf extract nanoparticles (0.625% concentration, 1.25% concentration, 2.5% concentration % and Concentration 5%). The dependent variable is the antibacterial activity of papaya leaf ethanol extract and nanoparticles extract against Cutibacterium acnes. Characterization of the size of the extracted nanoparticles using a Particle Size Analyzer (PSA). The characteristic results for the extract size were 2,203.45 nm while the size of the extract nanoparticles was 330.27 nm. The minimum inhibitory concentration (MIC) value of 1.25% papaya leaf ethanol extract nanoparticles is better than 12.5% ​​papaya leaf ethanol extract, and the minimum lethal concentration (KBM) value of 5% papaya leaf ethanol extract nanoparticles is better than papaya leaf ethanol extract 50% against Cutibacterium acnes bacteria. 5% papaya leaf ethanol extract nanoparticles have the same antibacterial ability as 50% papaya leaf ethanol extract and are sensitive to Cutibacterium acnes bacteria, so it can be said that 5% papaya leaf ethanol extract nanoparticles can reduce the dose concentration of antibacterial compounds up to one-tenth of the time compared to ethanol extract papaya leaves 50% (1:10)

Salah satu penyakit kulit yang sering terjadi adalah jerawat (Acne vulgaris). Jerawat disebabkan oleh aktivitas bakteri Cutibacterium acnes. Pengobatan jerawat saat ini masih tergantung pada penggunaan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi bakteri. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengobatan jerawat yang efektif dan aman, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak daun pepaya serta Pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Variabel bebas yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya (Konsentrasi 6,25%, Konsentrasi 12,5%, Konsentrasi 25% dan Konsentrasi 50%), dan konsentrasi nanopartikel ekstrak daun pepaya (Konsentrasi 0,625%, Konsentrasi 1,25%, Konsentrasi 2,5% dan Konsentrasi 5%). Variabel terikat yaitu aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya terhadap Cutibacterium acnes. Karakterisasi ukuran nanopartikel ekstrak menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil karakteristik ukuran ekstrak 2203,45 nm sedangkan ukuran nanopartikel ekstrak yaitu 330,27 nm. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 1,25% lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun pepaya 12,5%, dan nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM) nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% lebih baik daripada ekstrak etanol daun pepaya 50% terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% memiliki kemampuan antibakteri yang sama dengan ekstrak etanol daun pepaya 50% dengan kategori sensitif terhadap bakteri Cutibacterium acnes, sehingga dapat dikatakan nanopartikel ekstrak etanol daun pepaya 5% dapat menurunkan konsentrasi dosis senyawa antibakteri hingga sepersepuluh kali lipat dibandingkan ekstrak etanol daun pepaya 50% (1:10).

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/720 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Nur Khofifah , Yayuk Putri Rahayu, Haris Munandar Nasution , Diki Miswandi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 51-66; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 1 (2025); 51-66; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i1
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1020

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang