Pratama, Reza (2023) Perencanaan Motor Bakar Diesel dengan Daya 824 Hp untuk Menggerakan Generator Listrik dengan Kapasitas 512,5 Kva. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Unduh (497kB) | Pratinjau
BAB I .pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (116kB)
BAB II .pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (442kB)
BAB III .pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (98kB)
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (1MB)
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (132kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Unduh (6kB) | Pratinjau
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (342kB)
Abstrak
Motor bakar diesel adalah sebagai penggerak utama untuk menggerakan generator listrik,dimana genset adalah mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik, sedang alternator atau penghasil arus bolak balik (ac) menyuplai tenaga listrik saat terjadinya gangguan yang tidak diinginkan.Untuk merencanakan motor bakar ini terlebih dahulu kita harus mengetahui total pemakaian listrik yang akan dipakai berapa kva (kilo volt amper). Untuk mengetahuinya daya out genset yaitu 410 kw, perbandingan besaran daya semu dan daya aktif (terpakai) disebut dengan cos phi dengan sudut 0,8 maka untuk mencari daya semu (kva) akan diperoleh pembagian daya yang terpakai dengan 410 kw dibagi dengan 0,8 maka akan diperoleh daya semu yang diinginkan yaitu 512,5 kva. Dimana untuk menghitung daya motor penggerak genset adalah perkalian antara daya input dengan beban over load diperoleh 824 Hp. Setelah diketahui daya generator dan daya motor penggerak selanjutnya perencanaan ini akan dilanjutkan dengan perhitungan termodinamika yaitu diagram tekanan vs volume pada setiap langkah motor bakar, maka dari hasil perhitungan ini adalah sebagai dasar hitungan untuk menghitung elemen-elemen mesin dari motor bakar ini.Tentunya pergerakan piston didalam ruang silinder membutuhkan pelumas yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dan mecegah keausan beserta menjaga temperatur mesin agar tetap setabil. Minyak pelumas yang dipakai adalah SAE 15W-40 yang berarti oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin – 20o C sampai dengan – 25 Co (utuk kode 15 W) dan suhu 150oC dengan tingkat kekentalan tertentu.
| Jenis koleksi: | Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir) |
|---|---|
| Subjek: | T Teknologi > TJ Teknik Mesin dan Permesinan T Teknologi > TL Kendaraan Bermotor, Aeronautika, dan Astronautika |
| Divisi: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Mesin |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 21 Februari 2024 03:56 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 21 Februari 2024 04:33 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/101 |

