UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Inframerah dari Ekstrak N-Heksan, Etanol dan Etil Asetat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus)

Bahrianur, Refi (2024) Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Inframerah dari Ekstrak N-Heksan, Etanol dan Etil Asetat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus). Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.

[thumbnail of COVER.pdf]
Pratinjau
Teks
COVER.pdf

Unduh (1MB) | Pratinjau
[thumbnail of BAB I.pdf] Teks
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (15kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB II.pdf] Teks
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (300kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB III.pdf] Teks
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (243kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB IV.pdf] Teks
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (296kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB V.pdf] Teks
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (7kB) | Minta salinannya
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Pratinjau
Teks
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Unduh (257kB) | Pratinjau
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Teks
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (1MB) | Minta salinannya

Abstrak

Radikal bebas berkontribusi dalam penyakit degeneratif. Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan antioksidan.
Daun waru (Hibiscus tiliaceus) mengandung senyawa flavonoid yang dijadikan
sebagai antioksidan alami. Senyawa flavonoid juga perlu diidentifikasi
keberadaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan jumlah antioksidan dan mengidentifikasi keberadaan senyawa flavonoid.
Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, n-heksan dan etil asetat. Metode maserasi menggunakan perbandingan antara simplisia dengan pelarut sebesar 1:10 (b/v). Kemudian dilakukan uji antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding asam askorbat dan mengidentifikasi senyawa flavonoid menggunakan FTIR.
Hasil penelitian memperoleh rendemen ekstrak etanol daun waru sebesar
1,29%, rendemen ekstrak n-heksan daun waru sebesar 1,61% dan ekstrak etil asetat daun waru sebesar 0,34%. Jumlah antioksidan pada ekstrak etanol daun waru sebesar 142,68 (mcg/mL), ekstrak etil asetat sebesar 430,26 (mcg/mL) dan asam askorbat sebesar 4,10 (mcg/mL). Namun aktivitas antioksidan pada ekstrak n-heksan tidak dapat ditentukan jumlahnya karena kerusakan pada sampel. Senyawa flavonoid terindikasi terdapat di dalam daun waru yang dimaserasi menggunakan etanol, n-heksan dan etil asetat. Dapat dilihat pada daerah sidik jari yaitu 1453 cm-1, 1461 cm-1 dan 1461 cm-1 yang menunjukkan ikatan C=C aromatis. Bilangan gelombang 1267 cm-1 menunjukkan gugus fungsi C-O. Selain itu, bilangan gelombang 1159 cm-1 dan 1166 cm-1 juga menunjukkan gugus fungsi C-O. Bilangan gelombang 887 cm-1 dan 879 cm-1 menunjukkan ikatan C-H alifatis. Pada bilangan gelombang 719 cm-1 dan 730 cm-1 menunjukkan C-H aromatis. Selain itu, gugus fungsi -OH yang terbaca pada bilangan gelombang 3328 cm-1 dan 3384 cm-1 menunjukkan ciri dari senyawa flavonoid.

Jenis koleksi: Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir)
Kata Kunci Tidak Terkendali: antioksidan, daun waru, etanol, etil asetat, FTIR, n-heksan
Subjek: R Kedokteran > RS Farmasi dan Materia Medika
Divisi: Fakultas Farmasi dan Kesehatan > Farmasi
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 14 Juli 2026 08:56
Terakhir Dimodifikasi: 14 Juli 2026 08:56
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/481

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang