Husna, Rifka Syafira (2025) Pembuktian Tindak Pidana Perdagangan Orang Untuk Tujuan Eksploitasi Organ Tubuh (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 318/Pid.Sus/2024/PN.Lbp Tanggal 24 Juli 2024). Other thesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (498kB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (513kB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (620kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (597kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (273kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Tindak pidana Tindak pidana perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi organ tubuh merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa yang berdampak signifikan terhadap korban, baik dari aspek fisik, psikis, sosial, maupun hukum. Kejahatan ini berkembang seiring tingginya permintaan organ tubuh, khususnya ginjal, yang mendorong terbentuknya pasar gelap dan peluang besar bagi jaringan kriminal terorganisir. Fenomena tersebut menimbulkan permasalahan serius bagi sistem hukum, mengingat praktik ini tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga menantang efektivitas penegakan hukum di Indonesia. Penelitian ini memfokuskan kajian pada analisis faktor penyebab terjadinya tindak pidana tersebut serta evaluasi penerapan pembuktian dalam Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 318/Pid.Sus/2024/PN.Lbp, yang berakhir dengan putusan bebas terhadap terdakwa.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus, mengacu pada peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, literatur ilmiah, serta analisis putusan pengadilan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan menilai penerapan hukum dalam pembuktian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memicu terjadinya tindak pidana ini meliputi kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, ketidakharmonisan keluarga, lemahnya kesadaran hukum, tingginya permintaan organ tubuh, serta keterlibatan jaringan kriminal yang terstruktur. Dalam kasus yang dianalisis, majelis hakim memutuskan membebaskan terdakwa karena tidak terpenuhinya unsur-unsur pembuktian secara sah dan meyakinkan, walaupun terdapat indikasi adanya praktik jual beli organ.
Pembuktian dalam perkara ini mengacu pada Pasal 183 KUHAP, yang mengharuskan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah dan keyakinan hakim untuk menjatuhkan putusan. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penerapan prinsip
pembuktian yang tepat, koordinasi antara hukum pidana dan hukum kesehatan, serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam penanganan kasus perdagangan organ. Selain memberikan kontribusi pada pengembangan teori pembuktian, penelitian ini juga menawarkan rekomendasi praktis seperti edukasi hukum kepada masyarakat, penguatan regulasi sistem donor organ, serta kerja sama lintas sektor untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia dan terwujudnya keadilan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembuktian, tindak pidana perdagangan orang, eksploitasi organ tubuh. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Bisnis dan Humaniora > Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email yola@utnd.ac.id |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 04:58 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 04:58 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/514 |
