Hassivaini, Finta (2024) Analisis Antimikroba pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Unduh (3MB) | Pratinjau
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (140kB) | Minta salinannya
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (222kB) | Minta salinannya
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (150kB) | Minta salinannya
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (192kB) | Minta salinannya
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (7kB) | Minta salinannya
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Unduh (243kB) | Pratinjau
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (1MB) | Minta salinannya
Abstrak
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang prevalensinya meningkat
secara global, mempengaruhi peningkatan risiko komplikasi seperti infeksi. Penggunaan antimikroba pada pasien gagal ginjal kronik perlu diawasi untuk mencegah meningkatnya resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas serta penggunaan antimikroba yang paling banyak pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi kota Medan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan desain studi
croos-sektional. Pengambilan data secara retrospektif pada periode 2022-2023 dengan jumlah 102 pasien yang di pilih dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis menggunakan kategori gyssens untuk mengetahui rasionalitas antimikroba dan sistem ATC/DDD untuk mengetahui penggunaan antimikroba yang paling banyak.
Hasil analisis rasionalitas didapatkan pada kategori IIIb (15,7%), kategori IIb (2,9%) dan kategori 0 (81,4%). Penggunaan antimikroba yang paling banyak didapatkan pada ceftriaxone (35,37%) sebagai golongan sefalosporin generasi ketiga. Sebagian besar pasien gagal ginjal kronik berada pada stadium 5 (92,2%) dan pneumonia (37,3%) sebagai penyakit penyerta yang paling banyak. Kesimpulannya, antimikroba golongan sefalosporin yang paling banyak digunakan pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi kota Medan, namun rasionalitas penggunaannya masih belum mencapai 100% (81,4%).
| Jenis koleksi: | Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir) |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkendali: | Antimikroba,ATC DDD, Gagal Ginjal Kronik, Gyssens |
| Subjek: | R Kedokteran > RS Farmasi dan Materia Medika |
| Divisi: | Fakultas Farmasi dan Kesehatan > Farmasi |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 24 Oktober 2025 04:38 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 24 Oktober 2025 04:38 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/437 |

